
Pekan lalu, tepatnya 2 sd 4 Maret 2023 Pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2023 telah digelar di Kota Solo untuk ke-8 kalinya. Adanya pameran mesin dan industri produksi pakaian terbesar di kawasan Jogja dan Jawa Tengah ini menjadi momentum para pelaku usaha di bidang terkait untuk pengembangan bisnisnya.
Simak, video Epson Indonesia Hadirkan Printer Sublim di IAPE Solo 2023 : https://www.youtube.com/watch?v=XM_0DrA-epQ
Momentum ini juga didukung dengan pandemi Covid-19 yang berangsur-angsur mereda dan Kota Solo sebagai salah satu kiblat industri produksi pakaian di Indonesia.
Kurang lebih selama 2 tahun pandemi, tentu banyak pembelajaran yang didapatkan. IAPE 2023 Solo ini menjadi ajang silaturahmi untuk mengupdate dan meng-upgrade perkembangan bisnis apparel di Indonesia khususnya di Jawa Tengah.
Pameran Indonesia Apparel Production Expo 2023 di Solo diikuti sekitar 30 perusahaan perusahaan penyedia peralatan produksi pakaian yang telah memiliki rekam jejak yang sangat panjang di dunia bisnis produksi pakaian. Diantaranya adalah penyedia bahan kain, penyedia apparel accesories, mesin jahit industri, mesin bordir otomatis, mesin DTF, mesin sablon manual maupun digital, hingga mesin digital printing textile.
Diantara peserta kelihatan beberapa perusahaan ternama seperti ; Epson Indonesia, Gading Murni, Aneka Warna, Central SPS, DAG, Grafika Tri Tunggal Lestari, Ricoh PBP, Printmate dan lain-lain.
Pameran IAPE 2023, yang berlangsung 3 hari, mulai dari hari pertama hingga hari ke tiga pengunjung terus semakin ramai. Bahkan tidak hanya itu proses tansaksi juga tercipta, sepertinya tidak kurang dari 50 unit mesin-mesin unggulan terjual dalam IAPE 2023 ini.
Menurut salah seorang pengunjung yang tidak mau disebut namanya, mengatakan IAPE ini “dapat menjadi acuan bagi para pelaku usaha ataupun masyarakat umum yang ingin menggali informasi mengenai perkembangan mesin dan teknologi di dunia bisnis kreatif produksi pakaian. Khususnya para pelaku usaha di bidang garment, konveksi, sablon, dan digital printing textile”.
Selain itu, pameran ini juga menjadi daya tarik bagi ekosistem bisnis pendukung. Seperti pengusaha distro, fashion designer, apparel online shop, hingga civitas akademika dan instansi kepemerintahan terkait. @ipm








