
Oleh : Kikie Nurcholik (VP-1 Komunitas Printing Indonesia- Kopigrafika)
Pencetakan offset merupakan metode pencetakan komersial yang paling umum digunakan. Ini sudah tersedia di banyak tempat dan relative murah, menjadikannya pilihan yang layak untuk cetakan volume besar dengan kualitas yang tinggi.
Bahkan saat ini, pencetakan offset tetap menjadi metode pencetakan paling populer di sebagian besar industri percetakkan di Indonesia. Tetapi pencetakan flexography atau flexo pun juga menjadi semakin populer, hampir dapat meraup sebagian besar pangsa pasar pencetakan offset.
Hampir mirip dengan Offset, Pencetakan flexo menawarkan kemampuan untuk menghasilkan cetakan volume besar dengan kualitas tinggi secara konsisten.
Metode yang ditawarkan pada kedua aplikasi pencetakan ini.
Pencetakan flexography menggunakan lembaran relief fleksibel yang terbuat dari polimer tempat gambar dicetak. Ini adalah proses pencetakan serbaguna yang dapat digunakan pada berbagai bahan, termasuk banyak digunakan dalam pencetakan offset. Pencetakan Flexo sangat efektif dengan permukaan yang tidak berpori seperti plastik, kertas food grade, dan bahan fleksibel lainnya.
Pencetakan offset menggunakan lembaran pelat cetak untuk membuat image yang akan dicetak, dari pelat, tinta dipindahkan ke lembaran karet yang dikenal sebagai ‘blanket’ sebelum di”transfer”kan ke permukaan cetak. Tidak seperti metode pencetakan lainnya, pada cetak Offset, gambar tidak ditransfer langsung dari pelat ke media cetak. Inilah sebabnya mengapa proses ini disebut sebagai “pencetakan offset”, karena nya selalu OFF dan SET,
Meskipun kedua metode tersebut menggunakan tinta basah dan acuan cetak, kedua proses pencetakan ini cukup berbeda. Secara teknis, pencetakan offset dapat mengacu pada teknik pencetakan apa pun yang menggunakan pelat cetak untuk mentransfer gambar ke pembawa perantara dan kemudian dipindahkan ke media cetak. Sedangkan flexo mentransfer tinta dari pelat langsung ke substrat.
Meskipun pencetakan flexo dan pencetakan offset sangat berbeda secara aplikasi, namun keduanya memiliki beberapa kesamaan dalam metode proses pencetakannya, keduanya menggunakan Acuan Cetak, dimana tempat image dibentuk terlebih dahulu, bahan tinta yang digunakan menggunakan tinta basah (dapat berjenis pasta oilbase atau tinta cair berjenis solvent base ataupun waterbase).
Teknik kedua pencetakan ini, baik Offset maupun Flexo, mendukung berbagai jenis media yang dicetak, dimana keduanya sangat cocok untuk pekerjaan pencetakan jangka panjang, dan tahapan persiapan cetaknya keduanya sama sama memerlukan waktu penyiapan yang lama
Dalam banyak hal lain, pencetakan flexo dan pencetakan offset lebih banyak perbedaannya daripada persamaannya. Kedua metode pencetakan itu, dibedakan meliputi Tinta, Pemeliharaan&Penanganan dan Biaya.
Tinta :
Pencetakan offset dikenal dengan beragam jenis tinta yang didukungnya. Dari rangkaian lengkap tinta berbahan dasar minyak, warna Pantone , dan bahkan tinta metalik, pencetakan offset mendukung hampir semua tinta yang digunakan dalam pencetakan komersial.
Pencetakan fleksography, menggunakan jenis tinta berbasis air atau tinta UV, serta tinta berbasis pelarut.
Pemeliharaan & Penanganan,
Acuan Cetak offset, biasanya disebut Pelat, ini membutuhkan perawatan yang jauh lebih banyak daripada lembaran polimer yang digunakan dalam pencetakan flexo. Pelat offset terbuat dari aluminium, yang rentan terhadap oksidasi, jika tidak dirawat dengan benar. Jika pelat dengan penumpukan oksidasi ini terus saja digunakan, tinta mungkin akan muncul pada halaman cetakan yang tidak seharusnya.
Sedangkan pada acuan cetak flexo, umumnya menggunakan lembaran photopolymer yang fleksibel, yang tidak teroksidasi. Untuk alasan ini, pencetakan flexo membutuhkan perawatan yang jauh lebih sedikit daripada pencetakan offset.
Acuan Cetak pada Flexo tidak hanya menjanjikan pemeliharaan yang lebih rendah daripada pelat cetak offset. Mereka juga lebih tahan lama dan dapat digunakan berkali-kali. Semua faktor lain dianggap sama, lembaran photopolymer akan memiliki masa pakai yang lebih lama daripada pelat cetak offset.
Faktor-faktor lain yang memengaruhi biaya pencetakan flexo dan menjadikannya alternatif yang lebih murah daripada pencetakan offset. Tinta yang biasanya digunakan untuk pencetakan fleksografik lebih cepat kering daripada tinta offset. Hal ini menghasilkan waktu penyelesaian yang lebih cepat dan, pada akhirnya, meningkatkan keuntungan karena kemungkinan untuk mengerjakan lebih banyak pekerjaan pencetakan serta tentu saja dapat meningkatkan produktifitas.
Keserbagunaan :
Pencetakan offset adalah metode pencetakan yang cukup serbaguna yang memungkinkan dilakukan pada berbagai macam media cetak. Antara lain dapat digunakan pada kertas, karton, kain, dan bahkan untu bahan tak menyerap seperti plastik.
Tetapi pencetakan flexo bahkan lebih serbaguna, memungkinkan penggunaan bahan cetak yang permukaannya tidak selalu mulus atau rata.
Dalam hal keserbagunaan, pencetakan flexo dianggap memiliki keunggulan dibandingkan pencetakan offset, namun demikian dikarenakan aplikasinya, bila dalam offset ada dikenal IR Dryer dalam pola pengeringannya, pada pencetakkan flexo, selain pola pengeringan yang umum untuk Flexo waterbase, adapula “system curing” yang teraplikasi pada cetak UV Flexo ataupun LED Flexo, dimana pada unit akan ditambahkan Interdeck UV atau LED untuk membantu pengeringannya
Bahkan karena Aplikasi mesinnya, pada pencetakkan Flexo dapat dibuat “identitas” khusus untuk pekerjaan yang bersifat premium, seperti Efek emboss, Tactile dan juga Dripp Off
Metode Pencetakan mana yang akan dipilih?
Pencetakan Flexo dan pencetakan offset adalah metode pencetakan yang serbaguna dan efektif, dengan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Metode mana yang ideal untuk pekerjaan pencetakan Anda berikutnya? Jawabannya bergantung pada banyak faktor, termasuk persyaratan proyek dan media pilihan Anda.
Jika waktu penyelesaian yang cepat dan kualitas menjadi pertimbangan utama, pencetakan flexography adalah pilihan yang lebih baik. Anda juga harus menggunakan pencetakan flexo jika Anda ingin mencetak gambar Anda pada bahan yang tidak berpori.
Pencetakan offset adalah pilihan yang lebih baik jika Anda melakukan pencetakan besar pada media cetak dengan permukaan halus dan rata seperti kertas dan karton. Perlu diingat bahwa sebagian besar printer sudah diatur untuk menggunakan pencetakan offset, meskipun semakin banyak perusahaan yang beralih ke pencetakan flexo.
Flexo dan offset sama-sama populer, tetapi melakukan tugasnya secara berbeda. Penting untuk memahami peran apa yang dapat mereka lakukan dan memiliki pemahaman yang jelas tentang kedua jenis proses pencetakan tersebut. Jenis mesin press yang digunakan tergantung pada produk akhir dan kualitas yang dibutuhkan, serta volume dan medianya.
Atas nama Majalah Indonesia Print Media, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1444 H, Minal Aidzin Wal Faidzin- Mohon Maaf Lahir dan Bathin…. (KN – Medio April 2023)
Info :
info.indoprintmedia@gmail.com
Mobile / WhatsApp : +62 811808282






