
PENGANTAR
Kemasan Fleksibel saat ini menjadi primadona, karena terkait dengan kebutuhan konsumsi manusia, dalam hal ini adalah produk kemasan. Edisi kali ini membahas tentang teknik pencetakan kemasan fleksibel, yaitu kemasan lentur yang banyak di pakai di industri kemasan, seperti produk sachet sampo, standing pouch makanan ringan, atau kemasan mie instan. Pembahasan ini fokus pada Teknik Cetak Flexography, dan Rotogravure, mulai dari bahan baku (substrate), jenis tinta, proses produksi, trend bisnis.
TEKNOLOGI PENCETAKAN
Teknik cetak yang kita kenal saat ini terbagi dua yaitu teknik cetak berbasis konvensional atau analg dan teknik cetak berbasis digital. Merujuk pada beberapa teori yang diperkenalkan oleh Helmut Kipphan (2001) tergantung pada karakter bentuk cetak yang digunakan sebagai berikut: pencetakan relief, pencetakan datar (planografis), pencetakan intaglio, pencetakan stensil, pencetakan digital (lihat gambar 1).
Tema kali ini yaitu perbandingan teknik cetak Flexography atau Relief dengan cetak Rotogravure atau Intaglio.

TEKNIK CETAK FLEXOGRAPHY
Merupakan metode cetak langsung dengan tinta cair cetak kering. Image area pada acuan cetak tinggi yang fleksibel, umumnya terbuat dari photopolymer. Permukaan gambar yang lebih tinggi (relief) dari non gambar. Untuk memberikan lapisan film tinta di atas relief tersebut digunakan roll anilox yang permukaan luar berupa keramik yang memilik sumur berbentuk heksagonal dengan kehalusan bervariasi dari 24 Line/ cm untuk pekerjaan kasar, hingga 470 line/ cm untuk pekerjaan halus, dengan kedalaman mulai dari 5 mikron untuk pekerjaan kasar hingga 60 mikron untuk pekerjaan halus. Roll anilox tersebut di sapu dengan pisau atau blade berupa baja atau stainless steel, baja berlapis teflon atau keramik, atau bahan poliester / nilon.
Pada gambar 2 skema diatas, roll anilox berfungsi membawa tinta cair ke plate silinder yaitu silinder berbahan baja atau aluminium steel dan pada permukaannya berupa acuan gambar berupa relief atau ukiran timbul menggunakan material Photopolymer. Pada saat pencetakan, tinta didistribusikan oleh rol anilox, dan di sapu oleh blade, lapisan film tinta kemudian dengan tekanan ringan di pindah ke permukaan relief, sesudah itu di pindahkan kembali ke substrat berupa lembaran fleksibel seperti plastik, kertas atau karton, aluminium foil, non woven seperti spunbond dan kertas sintetis.
Roll Anilox.
Pada mesin cetak Flexography dengan dua rol, Rol Bak Tinta berputar dalam bak tinta cair, menarik tinta dari wadah ke sel-sel ke permukaan, yang kemudia bersinggungan dengan Rol Anilox. Saat roll berputar dan melewati titik persinggungan, rol penampung tinta membuang kelebihan tinta dari area non-sel. Rol Anilox kemudian bersentuhan ringan dengan area gambar dari pelat silinder Flexo yang berupa relief atau cetak timbul, dan mentransfer gambar.

…………………………………..
TREN BISNIS DAN TEKNOLOGI CETAK FLEXO DAN ROTOGRAVURE
Flexography
• Pertumbuhan pasar tumbuh dari 8,7 Milyar Dollar US menjadi 12, 6 Milyar Dollar US
• CAGR (compound annual growth rate) sebesar 6.4%, artinya masuk dalam investasi menguntungkan (walau di level terbawah — 5 sd 10%.
• Berbasis pada Jenis Produk cetakan, pertumbuhan tertinggi ada di (1) Kemasan Fleksibel seperti : Kemasan sekali pakai, paket, kemasan siap makan, kemasan peralatan kecantikan dan kesehatan. (2) Produk Label, terutama retail, logistik, dan e-commerce. (3) Kemasan karton bergelombang.
• Mesin cetak Flexo yang banyak di pilih (1) CI, central Impression, khususnya untuk makanan dan kemasan (2) In-line press, khususnya produk cetakan label dan kemasan order pendek (short-run) (3) Stack Press, terpilih karena alasan desain yang kompak, kemudahan penambahan modil ll.
• Tren teknologi : (1) Pertumbuhan permintaan mesin Hybrid yaitu kombinasi antara Flexo Analog dengan Flexo Digital (2) Inovasi pada penggunaan tinta waterbased dan UV Curable ink, mengganti Solvent base yang tidak ramah lingkungan dan kesehatan. (3) Masuknya teknologi AI pada pengendalian mesin seperti : kontrol registrasi, control kecacatan, workflow tersmbung dengan penyimpanan awan (cloud) dan kemampuan analisa prediktif.
Rotogravure
• Pertumbuhan pasar tahun 2025 sebesar USD 4,5 Milyar, dan tahun 2030 di prediksi naik menjadi USD 8,8 Milyar.
• CAGR naik menjadi 6,8 % (menguntungkan bagi investasi – tetapi level terbawah)
• Bisnis cetakan yang tumbuh berasal dari : (1) makanan dan minuman (2) peralatan kesehatan dan kecantikan (3) kemasan konsumsi dengan jumlah tinggi seperti : stand up pouch, shrink sleeves.
• Kemajuan Teknologi Permesinan : (1) Penerapan AI untuk kecacatan, (2) Kontrol real time, (3) Penyimpanan data via cloud (4) pendataan dan analisa konsumsi tinta
• Bahan Baku : (1) Penggunaan tinta biodegradable (2) bahan daur ulang (3) sistem recovery solvent.
Penulis merupakan Dosen di Fakultas Teknik Universitas Pelita Bangsa, dan Dosen Tamu di Politeknik Negeri Jakarta – Jurusan Teknik Cetak Grafika (TCG) dan Doctoral Student di Pasundan University-Bandung. Selengkapnya terdapat pada majalah Indonesia Print Media edisi 128 Januari-Februari 2026
CV. Print Media Indonesia
E : info.indoprintmedia@gmail.com
M : +62 811 808 282





