
Sumber gambar: pantone.com
Pantone, satu perusahaan percetakan komersial di New jersey, Amerika Serikat yang kemudian memfokuskan diri pada urusan warna. Pantone menjadi pelopor penciptaan tren warna. Dan sejak tahun 1963, Pantone menciptakan Pantone Matching System(PMS), yang kemudian menjadi acuan bagi para desainer grafis dalam manajemen warna.
Sistem pewarnaan tersebut akan membantu mencari warna mulai dari memilih sampai reproduksi warna secara konsisten dan akurat. Ini membuat Pantone menjadi perusahaan yang dipercaya dalam hal pewarnaan.
Selama hampir 23 tahun, sebagai perusahaan yang menciptakan tren warna, Pantone setiap tahunnya akan memilih warna yang akan menjadi trend an merepresentasikan tahun yang akan dating. Warna yang dipilih menurut analisis yang ekstensif terhadap warna menonjol dalam seni, mode, desain, dan lainnya.
Setelah biru redup pada tahun 2020, dua warna abu-abu dan kuning pada tahun 2021 dan warna Very Peri yang cerah tahun 2022 ini, Pantone telah memilih warna merah tua yang “berani” untuk tahun 2023.
“Berani, tak kenal takut, memancarkan optimisme dan kegembiraan – dan kami tahu kami semua membutuhkan itu,” kata Leatrice Eiseman, direktur eksekutif Pantone Color Institute.
Warna yang dipilih Pantone untuk tahun 2023 adalah PANTONE 18-1750 Viva Magenta. Ini adalah warna merah tua yang memiliki nuansa elegan. Dikatakan bahwa warna ini seimbang antara tone hangat dan dingin. Berdasarkan deskripsi dari Pantone, warna ini berasal dari alam dengan adanya sedikit rona atau hue yang dapat ditemukan baik di bentuk bola fisikal atau virtual.
Di tahun ke-23 pemilihan warna tahunan, Pantone mempertimbangkan gencarnya tantangan yang dihadapi orang-orang dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya pandemi dan bagaimana itu membentuk perspektif, nilai, dan sikap dalam menemukan warna untuk tahun 2023.
“Kami memilih warna ini karena kami merasa ini adalah warna yang tidak biasa untuk waktu yang tidak biasa, sesuatu yang dapat memberi kami visi baru,” lanjut Leatrice Eiseman.
Viva Magenta merepresentasikan kekuatan dengan cara yang asertif, bukan agresif. Eiseman juga mengatakan bahwa alam menjadi inspirasi utama memilih Viva Magenta, tepatnya pewarna cochineal yang berasal dari serangga dan telah digunakan sejak awal abad ke-19 untuk membuat warna merah yang kaya pada kain dan kertas.
Dalam peluncurannya, Pantone bekerjasama dengan Huge untuk mengeksplorasi hubungan antara teknologi AI dan kreativitas manusia. Dengan menggunakan Midjourney, alat generative AI, Huge menjelajahi Pantone 18-1750 Viva Magenta. Melalui kecerdasan buatan dan penjelajahan Viva Magenta, Pantone membuat ekosistem baru yang disebut Magentaverse.
Leatrice Eiseman, Direktur Eksekutif Pantone Color Institute.







