
Indonesia Print Media, Industri percetakan ikut terdampak konflik Timteng. Hanya saja, kondisi tersebut diharapkan tak berlarut. Pelakunya optimis pasar tetap berkembang mengingat kuncinya adalah terobosan termasuk dari sisi teknologi mesin.

Menurut Kepala Putra Mutiara Jaya Cabang Solo Sutiyo, gejolak perang Iran vs AS dan Israel berpengaruh kepada bahan baku. Karena itu, kondisi tersebut tak jarang menghadirkan dilema. seperti stiker dan lain-lain, itu ada kenaikan kurang lebih sekitar 15-20%. Otomatis kan itu diperhitungkan,” tandasnya di sela-sela National Launch of Sky Digital & Open House yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa, 21 April 2026.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut President Director of Mimaki Indonesia, Atsushi Nishida, Representative of Atexco Indonesia, Jason, dan Business Branch Manager dari Bank Central Asia (BCA) Soekarno, Alvin Hardja Kustandi.

Pelaku industri printing, jelas Sutiyo, tengah mempertimbangkan situasi tersebut secara cermat. Mereka, tentunya, tak ingin hal itu malah membuat kondisi makin runyam.
“Jangan sampai nanti kita juga banyak produk tetapi nggak laku karena ada kenaikan harga tersebut. Sekarang customer baru bisa menilai dan kita harus bisa memberikan harga yang sebaik-baiknya. Karena dengan produk yang naik, itu akan pengaruh luar biasa,” jelasnya.
Sutiyo menyatakan bahwa pasar printing cukup terbuka. Selepas Idulfitri, trennya memang menurun. Tapi itu normal. Selain itu, karakter wilayah juga berpengaruh. “Tapi kami mencatat sublimasi meningkat,” jelasnya merujuk pada teknologi printing ke serat kain.

Dalam kaitan itu, dinamika teknologi printing makin tumbuh. Di antaranya digital hybrid yang menggabungkan cetak roll maupun untuk cetak flat dalam satu mesin yang diperkirakan hadir di pasar Indonesia pada akhir April ini.
“Sebenarnya teknologi ini hanya memudahkan kita untuk mencetak atau membuat hasil yang maksimal tanpa arus mengabaikan untuk bahan-bahan yang tertentu,” tandasnya.
Dalam kaitan itu, PT Putra Mutiara Jaya sesuai perusahaan yang bergerak di industri printing meluncurkan Sky Digital guna menjawab kebutuhan dan solusi di bisnis tersebut.
Di antaranya mesin sublimasi, DTF, heat press, cutting laser, mesin UV, ecosolvent, mesin outdoor, mesin laminasi otomatis, hingga mesin printing industrial untuk tekstil. Selain itu, brand tersebut menyediakan bahan baku dan sparepart. Layanan Sky Digital tersebut sudah beroperasi di berbagai kota, di antaranya Bandung, Solo, Surabaya, Bali, dan Pekanbaru. “Kita sudah menjual 150 unit,” jelasnya.
Selain itu di sekeliling areal open house Sky Digital di BCC Bandung pada tanggal 21-24 Apeil 2026 bertebaran karangan bunga sebagai ucapan selamat dan sukses yang jumlahnya menurut hitungan media capai 70 karangan bunga. Hal ini sebagai pertanda hadirnya Sky Digital dimaksud disambut hanyat masyarakat printing khususnya di sekitar Jabar. @Printmedia.
INDONESIA PRINT MEDIA MAGZ LINK
Facebook :https://www.facebook.com/indonesiaprintmedia/
Facebook Group : https://www.facebook.com/groups/indonesiaprintmediamagazine
Facebook Community : https://www.facebook.com/groups/kopigrafika
Instagram 1 : https://www.instagram.com/majalah_grafika/
Instagram 2 : https://www.instagram.com/printmediamagz/#
Linkedin : https://www.linkedin.com/in/usman-printmedia-676b26232/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@printmediamagz
Youtube : https://www.youtube.com/@PrintMediaIndonesia
E-Print Media Application Provider:
1.Gramedia.com : https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/print-media-indonesia
2.MyEdisi : https://www.myedisi.com/printmedia/arsip/2026
3.TokoBisnis.com : https://toko.bisnis.com/toko/indonesia-print-media
Link Majalah & Newsletter Versi Digital (Free)
CV. Print Media Indonesia
Email : info.indoprintmedia@gmail.com
Mobile/WA : +62 811 808 282
Website : https://printmediamagz.com/






